Author Topic: kasus sekitar kode etik  (Read 6283 times)

e

  • Moderator
  • Newbie
  • *****
  • Posts: 18
  • Karma: +0/-0
kasus sekitar kode etik
« on: November 05, 2009, 12:47:56 pm »
Membaca kode etik dan kaidah tata laku arsitek bisa jadi tidak menarik, kurang membumi atau bahkan membosankan. Tetapi kalau kita coba kaitkan dengan kenyataan sehari-hari maka banyak sekali hal-hal yang bisa langsung dibandingkan terhadapnya. Dan, harus diakui, akan segera kelihatan bahwa banyak hal-hal yang tidak sejalan dengan kode etik, sehingga kerap kali timbul pertanyaan apakah nilai-nilai masyarakat kita sudah terbalik-balik, atau kode etiknya yang ketinggalan jaman. Salah satu contoh adalah kasus dibawah ini.

Anda bekerja keras menyelesaikan sebuah design gedung tinggi, melelangkan dengan fair, ikut mengawasi pekerjaan di lapangan secara berkala, dan pada akhirnya menerima pujian dari pemberi tugas bahwa ia sangat puas terhadap keseluruhan pekerjaan. Segera setelah Serah Terima 1, kontraktor gedung tersebut menyampaikan terima kasih atas kerjasama tim yang luar biasa, dan memberi Anda hadiah sebagai penghargaan. Apakah Anda akan menerima hadiah tersebut?

Salam, e.
« Last Edit: November 05, 2009, 01:31:09 pm by e »

Dian Kusumaningtyas

  • Web Author & Editor
  • Newbie
  • *****
  • Posts: 49
  • Karma: +0/-0
Re: kasus sekitar kode etik
« Reply #1 on: November 05, 2009, 02:12:24 pm »
Membaca kode etik tidak membosankan menurut saya. Malah sangat menarik karena banyak pertanyaan yang menyangkut budaya (culture), kebiasaan (attitude), hukum (law) dan lain lain yang terjadi setiap hari.
Sangat penting pada saat ini (menurut saya) untuk membahas dan meninjau, menguji kode etik yang ada terhadap perkembangan2 sosial budaya yang ada. Yang terpenting adalah dalam kaitannya dengan: RUU profesi arsitek termasuk kaitannya dengan banyak perkembangan hukum yang terjadi di Indonesia.

Pertanyaan yang pak Endy tanya diforum ini seingat saya juga ditanyakan pada saat saya mengikuti program Kode Etik IAI Jakarta belum lama ini. Seingat saya: kira2 70% dari peserta pada saat itu mengangkat tangan (tanda akan menerima hadiah tersebut). Dan dari yg 70% itu hampir semuanya saya lihat adalah generasi muda.

Perlu juga diterangkan mengenai RUU Profesi yang akan merubah pola praktek arsitek di Indonesia. UU akan melindungi arsitek dan menghukum arsitek juga. Sejauh apa perlindungan dan hukuman yang akan dihadapi oleh arsitek perlu dijelaskan kepada seluruh arsitek di Indonesia. Intinya sosialisasi RUU tersebut sangat perlu dilakukan diseluruh tempat (universitas, website dll).

Selanjutnya dalam kaitannya dengan pertanyaan pak Endy tersebut; perlu dijelaskan hubungan antara: Kode Etik, RUU Profesi dan UU lain yang berlaku di Indonesia (UU Anti Korupsi, KUHAP dll). Agar dapat dimengerti dengan baik dan jelas batas dari Kode Etik dan sanksi2nya; batas dari UU Profesi (nantinya) dan kapan seseorang itu dikategorikan melangkah kedalam area UU negara yg lainnya. Semua untuk menghindari tumpang tindih hukum (yg banyak terjadi dimana2).

Karena, seperti yang secara umum kita ketahui; bahwa sektor Konstruksi diketahui adalah sektor yang sangat rentan terhadap korupsi.

Kembali ke pertanyaan pak Endy; sebaiknya jawaban2 yg masuk dapat di catat dalam bentuk polling yang dapat digunakan sebagai data IAI untuk mengembangkan/memperbaiki kode etik yg sudah ada. Mungkin IAI harus bekerjasama dengan lembaga polling masyarakat agar: kualitas dan legibilitasnya dapat dipercaya. Polling ini menurut saya penting untuk melihat arah dari budaya yang dianut/dipercaya oleh para arsitek. Sekedar usul saja....


salam
Dian


e

  • Moderator
  • Newbie
  • *****
  • Posts: 18
  • Karma: +0/-0
Re: kasus sekitar kode etik
« Reply #2 on: November 06, 2009, 04:18:59 pm »
mbak dian, terima kasih masukannya .. akan dicatat dan diperhatikan.

dalam kaitan dengan uu-arsitek, yang menarik untuk diperhatikan adalah semangat untuk mengangkat kode etik dari lingkup organisasi iai ke domain nasional. dengan demikian maka kode etik yg saat ini dianggap hanya milik anggota iai akan menjadi pedoman bagi arsitek indonesia secara menyeluruh ..

benar bahwa secara akurat harus ada keterangan dan penerangan mengenai konstalasi uu sekitar profesi jasa konstruksi, termasuk rencana terbitnya uu-arsitek. sebagian dari hal ini sudah kami lakukan melalui beberapa kegiatan, termasuk lokakarya pematangan dengan departemen p.u beberapa waktu lalu. saya sangat berharap pada masa pembahasan terbuka (public hearing) akan memberikan banyak masukan yang positif dan memperjelas positioning uu-arsitek.

mungkin kita perlu ruang tersendiri untuk membahas uu-arsitek ya?
salam, e.

Dian Kusumaningtyas

  • Web Author & Editor
  • Newbie
  • *****
  • Posts: 49
  • Karma: +0/-0
Re: kasus sekitar kode etik
« Reply #3 on: November 18, 2009, 05:37:12 pm »
Terimakasih mas Endy.

Kolom yang perlu dibuat menurut saya adalah kolom Kompilasi UU yang terkait dengan profesi kita dan RUU Profesi dan Kode Etiknya sekaligus. Ketiga hal ini adalah pilar hukum profesi Arsitek yang bertanggung jawab.

Saya juga menulis soal ini di Kolom Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan.

Salam
Dian

stefanus

  • Newbie
  • *
  • Posts: 44
  • Karma: +1/-0
Re: kasus sekitar kode etik
« Reply #4 on: December 04, 2009, 11:23:34 am »
Membaca kode etik dan kaidah tata laku arsitek bisa jadi tidak menarik, kurang membumi atau bahkan membosankan. Tetapi kalau kita coba kaitkan dengan kenyataan sehari-hari maka banyak sekali hal-hal yang bisa langsung dibandingkan terhadapnya. Dan, harus diakui, akan segera kelihatan bahwa banyak hal-hal yang tidak sejalan dengan kode etik, sehingga kerap kali timbul pertanyaan apakah nilai-nilai masyarakat kita sudah terbalik-balik, atau kode etiknya yang ketinggalan jaman. Salah satu contoh adalah kasus dibawah ini.

Anda bekerja keras menyelesaikan sebuah design gedung tinggi, melelangkan dengan fair, ikut mengawasi pekerjaan di lapangan secara berkala, dan pada akhirnya menerima pujian dari pemberi tugas bahwa ia sangat puas terhadap keseluruhan pekerjaan. Segera setelah Serah Terima 1, kontraktor gedung tersebut menyampaikan terima kasih atas kerjasama tim yang luar biasa, dan memberi Anda hadiah sebagai penghargaan. Apakah Anda akan menerima hadiah tersebut?

Salam, e.

bagi saya, pemberian apapun - dari pihak terkait - selain dari pemberi tugas HARAM hukumnya..

 

anything