Author Topic: PROFESI SPESIALIS DALAM ARSITEKTUR  (Read 6710 times)

Dian Kusumaningtyas

  • Web Author & Editor
  • Newbie
  • *****
  • Posts: 49
  • Karma: +0/-0
PROFESI SPESIALIS DALAM ARSITEKTUR
« on: May 03, 2010, 11:17:25 pm »
Pertanyaannya:
Adakah profesi spesialis dalam Arsitektur? Jawabannya: Ada.
Apakah profesi spesialis dalam Arsitektur diperlukan? Jawabannya: Setelah profesi Arsitek di regulasi, tenaga ahli dalam bidang khusus akan diperlukan
Apa saja profesi spesialis dalam bidang Arsitektur? Cukup banyak.

Beberapa profesi spesialis akan saya bahas dibawah ini.

1.   FORENSIC ARCHITECT. Tugas utamanya adalah:

a.   Building Failures Investigation, jenis jasanya antara lain:
•   Post-Construction Building Autopsy
•   Professional Standard of Care
•   Analysis of Construction Documents
•   Failure Analysis (Water Infiltration/Roofing Failures)
•   Analysis of Communication between Client, Architect and Contractor
•   Errors and Omissions Analysis
•   Change Orders Tracking
•   Review of Testimony
•   Construction Negligence
•   Existing Construction Leading to a Trip and Fall Circumstance
•   Material Testing review

b.   Expert Witness, jenis jasanya antara lain:
•   Mediation/ Dispute Resolution
•   Arbitration Testimony
•   Jury Trial Testimony
•   Preparation of Exhibits
•   Document Analysis
•   Building Autopsy (Destructive or Non-Destructive)
•   Reconstruction Documents
•   Depositions
•   Building Code Review/Expert
•   Insurance Claim Review/Expert

Profesi ini adalah profesi yang sangat bergantung kepada ‘jam terbang’. Sehingga semakin senior seorang arsitek berpengalaman; akan semakin baik. Pada saat ini di Indonesia, tidak ada lembaga yang dapat secara resmi men-sertifikasi bidang ini. Di luar negeri; Forensic Architect diregistrasi khusus bukan oleh Institusi tetapi oleh National Councilnya selain persyaratan wajib ter-registrasi oleh Institusi. Persyaratan registrasi khusus oleh Council ini diperlukan karena ‘legal position’ dari seorang Forensic Architect. Pada umumnya, minimum pengalaman kerja 25tahun dan tidak memiliki catatan criminal apapun juga.

Forensic Architect sub bidang Expert Witness; pada umumnya dibutuhkan registrasi khusus lagi dilembaga hukum, misalnya: Kepolisian, Asosiasi/Institusi Advokat/Pengacara, Kejaksaan, Kehakiman.

Bidang ini selain mengikuti Kode Etik Profesi Arsitek; mereka adalah tenaga ahli tersumpah dengan Kode Etik khusus.

Berapa harga konsultasi jasa Forensic Architect? Berdasarkan pengalaman saya; sangat mahal. Pada umumnya Forensic Architect dibayar per jam. Masih dibawah harga profesi Lawyer; tapi tidak dibawah harga profesi dokter atau spesialis-spesialis lainnya. Tergantung kepada tingkat ke-ahlian tetapi saya belum pernah bertemu dengan Forensic Architect yang murah. Sama dengan pergi ke dokter Spesialis Bedah Syaraf Otak Khusus…. Demikianlah biaya yang harus dikeluarkan kalau jasa seorang Forensic Architect dibutuhkan.

Tertarik menjadi Forensic Architects? Saya sarankan IAI menyelengarakan seminar khusus untuk bidang ini dengan lembaga hukum terkait dan memacu serta mendayagunakan para pensiunan yang mempunyai jam terbang minimal: 25 tahun untuk mempersiapkan bidang ini secara professional bersamaan dengan rencana pengesahan UU Profesi Arsitek.

2.   DUE DILIGENCE SPECIALIST (Financial)

Pada umumnya arsitek-arsitek spesialis yang bekerja di bidang ini, bekerja dibawah naungan lembaga Keuangan, seperti: Bank, Asuransi, Konsultan Keuangan, Akuntan Publik dll.

“Due Diligence” dapat dilakukan sebelum maupun sesudah konstruksi. Sama dengan profesi Forensic Architect, profesi Due Diligence Specialist juga mensyaratkan jam terbang yang tinggi. Selain dalam bidang utama Arsitektur; bidang yang harus sangat dikuasai oleh spesialisasi ini adalah Finance (Keuangan). Umumnya di luar Indonesia, mereka selain terdaftar sebagai Registered Architect, mereka juga terdaftar di institusi keuangan yang terkait dengan bidang mereka (Banking, Insurance, Akuntan Publik dll).

Berapakah harga seorang Due Diligence Specialist. Pastinya mahal; karena jarang ada proyek yang mau melakukan ‘Due Diligence’ kecuali didalam situasi ‘diharuskan’. Dan pada saat ‘due diligence’ harus dilakukan….. harga spesialisnya ‘astronomical’….

Tertarik menjadi spesialis ini? Sayangnya lagi-lagi disyaratkan pemahaman ‘all round’ dari business profesi Arsitek kita ini. Pengalaman mulai dari disain sampai proyek selesai bahkan masa operasi bahkan pada saat proyek sudah puluhan tahun berjalan dan mau dijual… lagi. Sehingga para spesialis bidang ini diwajibkan memiliki pengetahuan yang sangat luas plus pengetahuan dan pengalaman financial yang kuat plus registrasi di lembaga-lembaga terkait. Sehingga umumnya sebelum rambut putih semua dan pengalaman minimum 25 tahun ditangan, profesi ini tidak bisa di duduki.

Diatas adalah dua contoh spesialisasi bidang arsitektur non Design. Tetapi ada juga profesi spesialis dalam bidang Design.

Mudah-mudahan keterangan diatas juga akan membantu menjelaskan posisi dari: SKA. Karena (contoh) tidak ada Forensic Architect Specialist di dunia ini; yang tidak di memiliki registrasi sebagi Arsitek. Adalah wajib untuk Forensic Architect untuk memiliki lisensi/registrasi dari Institusi arsitek; di Amerika AIA, di Inggris RIBA dan di Indonesia saya berharap mereka harus merupakan anggota professional IAI pemegang SKA.

Mudah-mudahan hal ini juga akan membuat IAI menjadi lebih luas wawasannya untuk menyadari bahwa registrasi menjadi professional Arsitek; tidak hanya dibutuhkan oleh para DISAINER tapi oleh semua arsitek yang ingin menjadi professional dalam SUB-BIDANG apapun juga di dalam berprofesi sebagai Arsitek. Registrasi Arsitek bukan eksklusif untuk posisi tertentu saja apalagi untuk orang-orang tertentu saja.

____________________________


miphz

  • Newbie
  • *
  • Posts: 10
  • Karma: +0/-0
Re: PROFESI SPESIALIS DALAM ARSITEKTUR
« Reply #1 on: August 12, 2011, 09:50:26 pm »
keren ya, ada juga FORENSIC Architect ...  :D

i wanna be something like that ...  8)
| pengen jadi anggota | IAI | hehehe | miphz.wordpress.com |

Hadi Sumoro

  • Newbie
  • *
  • Posts: 27
  • Karma: +0/-0
Re: PROFESI SPESIALIS DALAM ARSITEKTUR
« Reply #2 on: August 12, 2011, 10:02:29 pm »
Juga akustisi (acoustician).

erwinmaya

  • Newbie
  • *
  • Posts: 20
  • Karma: +0/-0
Re: PROFESI SPESIALIS DALAM ARSITEKTUR
« Reply #3 on: November 19, 2013, 03:40:25 pm »
Memang Profesi FORENSIC ARCHITECTadalah profesi yang sangat bergantung kepada ‘jam terbang’. Sehingga semakin senior seorang arsitek berpengalaman; dan akan semakin baik lagi.
Cari Supplier Geo Textile Terpercaya di Jakarta? Hiloninside Saja, kunjungi websitenya www.hiloninside.com

stefanus

  • Newbie
  • *
  • Posts: 44
  • Karma: +1/-0
Re: PROFESI SPESIALIS DALAM ARSITEKTUR
« Reply #4 on: September 21, 2014, 01:00:02 am »
kebetulan saya beberapa kali pernah menerima job - yg sejenis forensic architect.
sejenis sampingan - dari pekerjaan sehari-2 - sebagai arsitek (disainer) dan sebagai MK.

obyek terutama public building yang akan dijual kepada investor / pembeli baru.
mayoritas adalah bangunan yang ada di jakarta, seperti RS, Hotel, Kantor-2.
juga pernah mengaudit hasil kerja kontraktor (cukup besar - proyek-2 nya mayoritas hidh rise di jakarta) yang hendak diakuisisi perusahaan.

report terutama mengenai kondisi kelayakan bangunan.
baik aspek struktur, arsitektural, ME.
terutama yang erkait keamanan, kenyamanan, dan unjuk kerja (performa) bangunan.
audit dilakukan terhadap fisik sd dokumen-2 yang ada.

pekerjaan yang cukup menarik, waktunya singkat dan cukup 'menguntungkan'.

o ya - memang benar - rambut saya sudah nyaris putih semua; dan saya sudah anggota IAI sejak nyaris 3 dekade lalu...
 8)

salam..

stefanus

  • Newbie
  • *
  • Posts: 44
  • Karma: +1/-0
Re: PROFESI SPESIALIS DALAM ARSITEKTUR
« Reply #5 on: September 21, 2014, 01:14:58 am »
selain itu - saya jg beberapa kali menerima job - sbg 'penengah' - karena terjadi dispute anrtara pemberi tugas dengan kontraktor / konsultan.
termasuk di dalamnya juga memeriksa final account / project closing.
karena biasanya memang - dispute terjadi di akhir proyek...

mungkin perlu saya share ke rekan-2 di sini.
banyak sekali arsitek-2 muda, malas 'terjun ke lapangan'.

padahal - dari pengalaman saya - nyaris tidak mungkin, bisa mendisain dengan baik tanpa memahami, bagaimana sebuah bangunan harus dibangun dengan baik dan benar. dalam artian - sesuai dengan standard.
bisa berupa peraturan-2 yang berlaku, sesuai standar keamanan institusi-2 tertentu (SCI, ASTM, NLFA, dll).

pengalaman saya - ketika hendak naik posisi, bukan hanya jam terbang dalam disain yang diperlukan.
pemberi tugas - at the end pasti menanyakan :
- berapa biayanya..?
- berapa lama bisa dilaksanakan..?

jika proyek berupa bangunan publik komersial (untuk investasi - hotel, apartemen, mall dan sejenisnya) - maka pertanyaan selalu
- apakah layak jual
apakah menguntungkan - terutama terkait koefisien GFA (Gross Floor Area) : GCA (Gross Commercial Area) : NCA (Net Commercial Area).
jika terkait Mall - masih harus diperehitungkan - perbandingan antara anchor tenant : regular tenant.
karena anchor tenant biasanya tidak mau bayar mahal. minta harga spesial.
maka menjadi beban operasional. Nah, operator pasti menanyaka hal-2 itu.
jika Operator menolak - apalgi marketing, bisa dipastikan bangunan itu tidak 'layak jual'.
so, mau di disain seindah apapun, pasti percuma.

nah, hal-2 seperti inlah yang saya lihat, sangat 'malas' dipelajari oleh arsitek-2 yunior...

ketika saya awal-2 bekerja dulu - saya memang melakukan - mulai dari menggambar (jaman masih memakai meja gambar & rapido) sampai pengawasan,
juga menghitung quantity, sampai akhirnya bisa membuat skematik feseability study.
boleh percaya apa tidak - justru skematik FS inilah yang paling dicari apraisal dan bank.
karena mereka hanya bisa proyeksi revenue,
tapi  nyaris tidak tahu apa-2 mengenai biaya konstruksi.

belum kalau kita bicara penghematan (termasuk energi) dari sistem - baik sistem bangunan, sistem operasional bahkan sampai sistem konstrtuksi.
tanpa harus embel-2 green - bisa dihemat lebih dari 25%.
memang, di tuntut - arsitek wajib memahami macam-2 model struktur.
tidak perlu harus bisa menghitung struktur - cukup mengenal prinsip-2 dan konsekuensi-2 berbagai model struktur.
juga model-2 dan kosep-2 dalam berbagai sisrem ME - baik HVAC, plumbing, elektrikal dan elektronika.
dari situ - jika integrated, bisa dihemat banyak sekali.

saya pernah mendisain - bangunan mix use (mall-hotel) - dengan konsumsi listrik hanya 50-55% normal.
dari umumnya 100-110wat/m2, hanya mengkonsumsi sekitar 55wat/m2.
sama sekali tidak memakai green material ataupun green equipment.
hanya memaksimalkan integrasi sistem - dari seluruh sistem yang ada di bangunan tersebut.


salam.