Author Topic: Cara perhitungan nilai proyek  (Read 6122 times)

kthek

  • Newbie
  • *
  • Posts: 1
  • Karma: +0/-0
Cara perhitungan nilai proyek
« on: August 14, 2012, 03:30:47 am »
Saya adalah owner pemilik proyek pembangunan rumah, dikarenakan terdapat masalah maka saya meminta kepada pemborong yang mana satu atap perusahan dengan desainnya untuk full stop pelaksanaan proyek tersebut. Untuk itu saya ingin mengetahui bagaimana perhitungan nilai proyek yang sudah terlaksana dengan standard perhitungan dari IAI yang mana tidak merugikan bagi kedua belah pihak.

Terima Kasih.

novriko

  • Forum Administrator
  • Sr. Member
  • *****
  • Posts: 335
  • Karma: +3/-0
  • Admin Web
Re: Cara perhitungan nilai proyek
« Reply #1 on: October 19, 2012, 11:43:52 am »
Pak kthek,
Silahkan mencoba untuk menghubungi Sekretariat IAI Wilayah yang dekat dengan domisili Bapak.

http://www.iai.or.id/tentang-iai/alamat-sekretariat.html

Salam.
Jenius adalah 1 % inspirasi dan 99 % keringat. Thomas A. Edison
Forum khusus pengurus | Alamat Sekretariat IAI

novriko

  • Forum Administrator
  • Sr. Member
  • *****
  • Posts: 335
  • Karma: +3/-0
  • Admin Web
Re: Cara perhitungan nilai proyek
« Reply #2 on: October 19, 2012, 11:53:09 am »
Berikut ini adalah masukan lagi dari salah seorang pengurus nasional, pak.

Quote
CARA PERHITUNGAN NILAI PROYEK.
Pemilik Proyek Pembangunan Rumah yang kami hormati,
Menanggapi pertanyaan saudara, bisa dijelaskan secara sederhana tetapi juga dengan tidak sederhana. Namun demikian membaca persoalan yang saudara ajukan justru kami perlu mempertanyakan beberapa hal mendasar sebagai berikut :
(1).    Masalah apa yang sebenarnya telah terjadi, sehingga saudara meminta “full stop” pelaksanaan proyek tersebut ?
(2).    Apa yang dimaksud dengan “pemborong yang mana satu atap perusahaan” dengan desainnya ?
(3).    Apakah dalam hal tersebut ada perikatan atau “kontrak kerja” antara saudara dengan  pemborong bersangkutan ?
(4).    Dokumen Pelaksanaan Proyek Konstruksi apa yang saudara miliki atau saudara dapatkan dari perusahaan pemborong tersebut pada saat akan memulai pekerjaannya misalnya : Gambar Desain berupa Denah, Tampak, Potongan, Detail Detail, Tiga Dimensi/Perspektif, Rencana Kerja & Syarat Syarat Teknis, Rencana Volume & Biaya Pekerjaan  ?, dan
(5).    Berapa nilai prosentase biaya pekerjaan yang disepakati sudah dibayarkan sampai saat saudara meminta untuk “full stop” ?

Namun demikian untuk memberikan gambaran secara normatif cara perhitungan nilai proyek tersebut dapat sampaikan hal hal sebagai berikut :
(1).    Imbal Jasa pembuatan Dokumen Konstruksi (Gambar Desain lengkap, Rencana Kerja dan Syarat Syarat Administrasi & Teknis, serta Rencana Volume & Biaya Pekerjaan Konstruksi) menggunakan pedoman yang nilainya sebesar 3,5-7,0 % nilai Prakiraan Biaya Konstruksi Fisik, dimana prosentase yang digunakan pada kisaran tersebut dengan ketentuan semakin besar nilai proyeknya maka prosentasenya semakin kecil.
CATATAN PENTING :
Dalam Kontrak Pekerjaan “Sistem Terpisah” (antara Pekerjaan Perencanaan konstruksi dan Pekerjaan Pelaksanaan Konstruksi) maka Imbal Jasa untuk pekerjaan Desain (Perencanaan Konstruksi) dapat dibayarkan setidaknya 2 (dua) tahap yaitu : 85-95 % saat penyerahan Dokumen Konstruksi, sisanya 5-15 % setelah Serah Terima I Pekerjaan Pelaksanaan Konstruksi (Fisik) ;
Sementara pada Kontrak Pekerjaan Sistem Merancang & Membangun (Design & Build), maka Imbal Jasa untuk Pekerjaan Desain (biasanya) dimasukan dalam item Pekerjaan Persiapan Pekerjaan Pelaksanaan Konstruksi (termasuk sebagai bagian tidak terpisahkan dari Harga Pemborongan)

(2).    Perhitungan nilai pekerjaan pelaksanaan konstruksi (harga pemborongan) yang dihentikan dapat dilakukan dengan cara dan prosedur sebagai berikut :
a.    Melakukan penghitungan bersama terhadap item dan volume pekerjaan yang “sudah dan / atau belum” dikerjakan secara teliti, bila perlu didampingi pihak ketiga (independen) yang profesional dalam bidang penilaian pembangunan (appraisal) ;
b.    Melakukan penghitungan bersama “biaya pekerjaan” sebagaimana dihasilkan pada kegiatan a tersebut diatas berupa perkalian antara Volume Pekerjaan dengan “Harga Satuan Pekerjaan (HSP)” per item pekerjaan dimaksud, dimana HSP merupakan hasil analisa berdasar SNI (Standar Nasional Indonesia, atau Standar lainnya yang digunakan saat mengajukan Penawaran Biaya) serta memperhitungkan Harga Material dan Biaya Upah Tenaga Kerja setempat ;
c.    Melakukan “klarifikasi & negosiasi” akhir terhadap hasil penghitungan maupun perhitungan tersebut dimuka untuk mendapatkan kesepakatan tentang nilai proyek yang perlu dibayarkan lagi oleh “Pemilik Proyek” kepada “Pelaksana Konstruksi”, setelah diperhitungkan pula berapa nilai yang sudah dibayarkan/diterimakan sampai saat penghentian pekerjaan, dengan mendasarkan pada ketentuan yang tertuang dalam “kontrak kerja” terkait dengan pemutusan pekerjaan tersebut.
Demikian tanggapan dan informasi ini kami sampaikan. Semoga bermanfaat. Amin.
Terima kasih dan maaf bila belum memuaskan saudara.

Salam Kebersamaan dan Salam Arsitek, smardi_smart@yk.agust2012.
 
Sumardi SM, IAI
H   Jl. Kemetiran Kidul 54 Yogyakarta 55272
0274-519658 / 515036
smardi_smart @ yahoo.co.id
Jenius adalah 1 % inspirasi dan 99 % keringat. Thomas A. Edison
Forum khusus pengurus | Alamat Sekretariat IAI